Yayasan Sudjoko Kuswadji

Jl Puyuh Timur III EG 3 No 1 Bintaro Jaya Sektor V Jurang Manggu Timur

Tangerang 15222 Banten Telp: +62217343651 Faks: +627358966

Email: yayasan_sudjoko_kuswadji@yahoo.com. HTTP://www.yayasansudjokokuswadji.org/

 

 

 

 

 

 

 

HALAMAN DEPAN

PENILAIAN BAHAYA

FIT UNTUK BEKERJA

TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK

PELATIHAN PEKERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

REKAM MEDIS

PROMOSI KESEHATAN

 

PENGANTAR

VISI DAN MISI

 

Sejarah

 

Yayasan Sudjoko Kuswadji didirikan di Jakarta pada tanggal 28 September 2007 berdasarkan Akta Notaris Meri Efda SH Nomor 192 02200. Yayasan ini telah memperoleh Penunjukan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja No Kep 160/PPK-PNK3/KK/II/ 2008 tertanggal 14 Februari 2008.

 

Yayasan yang bersifat non komersial ini mengkhususkan memberikan jasa konsultasi dan pelatihan dalam bidang Kesehatan Kerja. Pola konsultasi dan pelatihan mengacu kepada standar nasional Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan berbagai standar Internasional yang diselenggarakan secara integrasi dan utuh dalam manajemen perusahaan.

 

Sementara ini Yayasan Sudjoko Kuswadji terlibat dalam Rencana Akreditasi Lembaga Pelatihan Kesehatan oleh Badan Diklat Depkes.

Visi

 

Yayasan Sudjoko Kuswadji ingin menjadi satu Lembaga Pelatihan Kerja bertaraf Internasional untuk para Profesional bidang Kesehatan Kerja.

 

Misi

 

Yayasan Sudjoko Kuswadji memberikan konsultasi Kesehatan Kerja kepada semua Profesional Kesehatan Kerja di semua perusahaan formal dan informal di Indonesia

 

Yayasan Sudjoko Kuswadji akan menjadi Lembaga Pelatihan yang terakreditasi untuk melatih para profesional bidang Kesehatan Kerja untuk mendapatkan Sertifikat Profesional setelah menjalani ujian yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Personil Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

 

SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN KERJA YANG TERINTEGRASI

Sistem Manajemen Kesehatan Kerja ini terdiri atas 7 elemen yang saling bertautan. Elemen yang belakangan sangat bergantung pada elemen yang sebelumnya. Jika masing-masing elemen ini dijalankan secara baik dan benar, sesuai dengan Kebijakan dan Prosedur Perusahaan akan terjadi keadaan mirip dengan Sistem Kardiovaskuler. Artinya jika terjadi perdarahan, maka otomatis jantung berdetak lebih cepat dari biasanya. Jika absen sakit dalam satu perusahaan banyak terjadi, maka otomatis Dokter Perusahaan akan mencari apa penyebabnya, tanpa disuruh lagi. Integrasi bisa dilakukan bersama dengan para profesional Keselamatan dan Lingkungan Kerja.

 

Penilaian Risiko Bahaya Kesehatan

Penetapan Fit Untuk Bekerja

Rancangan Gawat Darurat Medik

Pelatihan Pekerja

Diagnosis Penyakit Akibat Kerja

Penyimpanan Rekam Medis

Promosi Kesehatan

Bahaya & Risiko

Fisika

Kimia

Biologi

Ergonomi

Psikososial

Matriks Risiko

Sesuai Bahaya

Sesuai Kerjaan

Sebelum Kerja

Berkala

Khusus

Prapensiun

Monitoring Bio

Kotak P3K

Penolong Pertama

Aneka Tandu

AED

CPR

Simulasi

Respirator

Pelindung Telinga

SCBA

HACCP

HCP

Risiko

31 penyakit

Gejala

Diagnosis

Terapi

Kompensasi

Kerahasiaan

Keterbacaan

Masa penyimpanan

POMR

SOAP

Olahraga

Gizi seimbang

Berhenti merokok

Tidur cukup

Stres

Obat & Alkohol

© Sudjoko Kuswadji 2008

 

 

 

HALAMAN DEPAN

PENILAIAN BAHAYA

FIT UNTUK BEKERJA

TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK

PELATIHAN PEKERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

REKAM MEDIS

PROMOSI KESEHATAN

 

 

Progran Penilaian Bahaya dan Risiko

Semua jenis pekerjaan selalu mengandung bahaya dan risiko. Bahaya dan risiko itu harus dikenal sebelum pekerjaan dimulai. Dokter Perusahaan harus mampu membuat peta risiko dan bahaya itu. Ini sering disebut dengan Health Map atau Risk Matrix. Ada warna merah, kuning dan hijau, bergantung konsekuensi dan peluang.

 

Program Mengenal Bahaya Fisika

Bahaya fisika antara lain adalah kebisingan, getaran, panas dan dingin, pencahayaan, gelombang elektromagnetik, radiasi nuklir, radiasi sinar x, cessium dengan sinar gamma.dll. Kebisingan dikenal dapat menyebabkan gangguan telinga berupa sensorineural. Namun demikian kebisingan bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.

 

Program Mengenal Bahaya Kimia

Bahaya kimia terdiri atas logam seperti merkuri, arsen, timbal dll. Solvent seperti xylene, benzene dll. Pengetahuan terbaru mengenai solvent ini ternyata mengganggu saraf. Bisa menyebakan tuli saraf dan gangguan penglihatan warna. Jadi jika dulu pemeriksaan buta warna hanya sekali seumur hidup, kini tiap tahun untuk pekerja dengan solvent.

 

Program Mengenal Bahaya Biologi

Makan di kantin mempunyai risiko keracunan makanan. Keracunan ini umumnya disebabkan oleh jasad renik yang mencemari makanan kita. Bagaimana upaya untuk mencegah terjadinya keracunan. Bagaimana mengenal aneka ragam bahaya itu? Fisika, kimia, dan biologik.

 

Program Mengenal Bahaya Ergonomi

Ergonomi adalah penyesuaian pekerja dengan kondisi tubuh manusia. Bagaimana jika penyesuaian itu tidak berjalan mulus. Pekerjaan semacam apa yang dapat menimbulkan gangguan ergonomik ini dan apa saja risiko yang bisa didapat oleh posisi yang tidak nyaman itu.

 

Program Mengenal Bahaya Psikososial

Kesurupan yang banyak terjadi di beberapa pabrik manufakturing adalah fenomen psikososial. Pekerja yang tadinya adalah petani kemudian dipaksa bekerja sesuai dengan aturan waktu. Mereka berontak tapi tidak berani terang-terangan dan keluar dalam bentuk histeria massal. Stres akibat kerja juga adalah dampak psikologis akibat kerja.

 

Program Membuat Matriks Bahaya dan Risiko

Matriks ini terdiri atas kolom dan baris. Kolom kiri berisi semua jenis pekerjaan. Baris atas berisi topik pemeriksaan kesehatan yang diperlukan oleh jenis pekerjaan tertentu. Jadi tidak semua pekerja mendapatkan pemeriksaan yang sama. MAPEP membagi pekerjaan ini atas lima jenis: kantot, lapangan ringan, kantin, klinik dan lapangan berat.

 

Program Pengukuran Fiska Kimia Biologi Ergonomi dan Psikososial

Tidak semua bahaya bisa diukur. Diukur untuk mengenal besar tidaknya bahaya. Tentu saja dikaitkan dengan risiko yang bakal diperoleh oleh karyawan. Demikian juga tidak semua bahan kimia mempunyai Nilai Ambang Batas. Laboratorium juga mempunyai kemampuan yang terbatas. Seringkali hasilnya ND atau tidak terdeteksi.

 

Program Biomonitoring

Ada tiga kelompok pemeriksaan biomonitoring. Pemeriksaan lingkungan kerja dengan mengukur bahan dekat saluran pernapasan. Pengukuran metabolit bahan jika bahan sudah masuk ke dalam tubuh. Terakhir pemeriksaan dampak kesehatan dari bahan kimia itu. Jika ketiganya cocok maka bisa dikatakan terjadi telah pemajanan.

 

Penyelaman

Bahaya dan risiko bisa juga terjadi pada penyelaman, dimana tekanan udara lebih dari 1 atm. Bisa juga dalam proses pembuatan terowongan kereta bawah tanah. Udara diberi tekanan 2 atm dengan harapan air tanah tidak masuk ke dalam tempat kerja. Masalah yang paling mudah mendapat risiko ialah ketika kembali naik ke atas.

 

Penerbangan

Tekanan udara bisa juga menurun, misalnya ketika naik pesawat terbang atau bekerja di puncak gunung tinggi. Dampak gangguan kesehatan akibat proses kerja seperti ini adalah hipoksia atau terjadinya pengembangan ruangan dalam tubuh seperti sinus, saluran pencernaan dll.

 

Bahaya dan risiko pengelasan

Pengelasan adalah pekerjaan yang paling banyak mengundang risiko. Ada 25 risiko, antara lain mengisap uap logam seperti Zn2O yang dapat menimbulkan demam logam. Demam ini jangan diberi antibiotika karena akan sembuh dengan sendirinya jika pekerja sudah selesai mengelas.

 

© Sudjoko Kuswadji 2008

 

 

 

HALAMAN DEPAN

PENILAIAN BAHAYA

FIT UNTUK BEKERJA

TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK

PELATIHAN PEKERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

REKAM MEDIS

PROMOSI KESEHATAN

 

 

Penetapan Fit untuk Bekerja

Penetapan Fit untuk Bekerja adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan mengaitkan status kesehatan seorang pekerja dengan kemampuannya untuk bekerja. Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan tradisional yang tujuannya tidak jelas. Rumusnya Beban Kerja = Kapasitas Kerja (UU Kesehatan 1992)

 

Program Penetapan Jabatan dan Bahaya Risikonya

Pekerjaan sand blasting menggunakan pasir silika yang disemprotkan ke pipa besi agar karatnya terlepas sebelum dicat. Mereka jelas terpajan dengan debu, walaupun mereka telah menggunakan masker khusus. Mereka harus diperiksa secara berkala dengan spirometri dan foto rontgen dada.

 

Program Penetapan Jenis Pemeriksaan

Pekerja elektronik adalah pekerja yang menggunakan matanya untuk melihat bahan yang sangat kecil. Jika penerangan kurang pekerja cenderung akan mengalami miopia. Jadi pemeriksaan Optotipi Snellen ini perlu dilakukan pada pekerja elektronik ini.

 

Program Penentuan Fit untuk Bekerja

Menjadi pengemudi kendaraan umum dan menjadi operator di control room perlu kemampuan untuk membedakan warna. Mereka terutama harus mengenal warna merah. Jika karyawan mengalami buta warna merah (protanopia) mereka tidak laik bekerja di tempat ini.

 

Program Pembuatan Laporan Individual

Kasus tuberkulosis perlu diberi tahu kepada yang berangkutan. Ditanyakan kira-kira mereka mendapat tuberkulosis dari mana. Sering terjadi cluster kasus tuberkulosis di tempat kerja atau di asrama tempat kerja. Penanganan tentu saja bukan hanya terhadap satu dua orang melainkan kepada semua pekerja penderita tuberkulosis.

 

Program Pembuatan Laporan Manajemen

Laporan kepada manajemen tidak boleh mengandung data medis. Laporan hanya menyatakan fit atau tidak fitnya seorang pekerja. Jika pekerja sudah menjadi pegawai pekerja bisa diobati dan sementara tidak bekerja di tempat semula. Mungkin juga jadwal kerjanya diubah misalnya kerja siang saja untuk penderita diabetes mellitus.

 

Program Pembuatan Analisis Pemeriksaan Kesehatan

Analisis data pemeriksaan kesehatan bisa disajikan kepada manajemen. Misalnya pemeriksaan berat jenis urin pekerja kantor yang cenderung meninggi atau kencingnya semakin pekat. Artinya pekerja kurang minum. Jika disuruh minum beberapa gelas sukar sekali ditetapkan takarannya. Jika melihat warna urinnya akan lebih mudah.

 

Program Pemeriksaan Khusus

Pemeriksaan khusus seperti biomonitoring paling sedikit meliputi tiga pemeriksaan lingkungan, metabolit dan dampak gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang dicari sangat samar-samar, sehingga diperlukan ketelian yang sangat jeli. Bahkan mungkin keluhan misalnya berubahnya perilaku bisa menunjukkan awal keracunan.

 

Uji Kedalaman Penglihatan

Kedalaman penglihatan diperlukan untuk para pengemudi dan operator crane. Jika mereka mengalami gangguan penglihatan ini, mereka sering mengalami gangguan ketika mengangkat barang atau rigging. Kecelakaanpun bisa terjadi.

 

Pemeriksaan Audiometri

Seorang resepsionis yang merangkap sebagai telepon operator akan sering menerima telepon. Jika dia tuli lebih dari 40 dB akan mengalami kesulitan dalam pekerjaannya. Bisa juga petugas call centre akan mengalami tuli akibat kebisingan karena desingan head set.

 

Pemeriksaan Elektrokardiografi

Pemeriksaan Elektrokardiografi diperlukan terutama untuk pekerja yang berusia 35 tahun atau lebih. Namun demikian mereka yang bekerja dengan carbon disulfida di pabrik viscous rayon mungkin pada usia yang lebih muda. Kita mengenal bahwa karbon disulfida ini adalah bahan yang dapat menyempitkan pembuluh koroner.

 

Chester Test

Chester test adalah test untuk menilai VO2 maks. Dikembangkan oleh Prof Kevin Sykes dari Chester University Inggris. Yayasan Sudjoko Kuswadji mulai mengembangkan test ini sebagai upaya untuk menilai physical fitness calon karyawan. Pedoman pemeriksaan kesehatan UKOOA menganjurkan test ini untuk pekerja anjungan lepas pantai.

 

© Sudjoko Kuswadji 2008

 

 

 

 

HALAMAN DEPAN

PENILAIAN BAHAYA

FIT UNTUK BEKERJA

TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK

PELATIHAN PEKERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

REKAM MEDIS

PROMOSI KESEHATAN

 

 

Tanggap Gawat Darurat Medik

Tanggap gawat darurat medik adalah upaya medis yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan. Itu bisa saja terjadi walaupun semua usaha sudah dilakukan. Karyawan dilarang menggunakan cincin jari di tempat kerja, namun aturan ini banyak yang dilanggar. Akibatnya terjadi kecelakaan degloving.

 

Program Pengisian Kotak P3K

Standar isi kotak P3K ada di SNI, namun daftar itu sudah kadaluwarsa. Selain itu perlu ditambahkan sarung tangan sekali pakai untuk mencegah tertularnya patogen darah. Obat dalam kotak harus selalu terisi. Yang sering kotak ini dalam keadaan kosong karena isinya dibawa pulang oleh karyawan. Ada banyak cara untuk mengatasi ini.

 

Program Pelatihan Penolong Pertama

Dokter Perusahaan dan Perawat harus menguasai resusitasi jantung paru. Mereka biasanya harus lulus kursus ATLS dan BTLS. Bahkan ada yang ingin lebih memperdalam dalam kursus ACLS. Mereka harus mampu memberi pelatihan resusitasi jantung paru kepada awam seperti para pekerja yang diangkat sebagai penolong pertama.

 

Program Penyediaan  Peralatan

Ini namanya spine board. Diperlukan jika diduga terjadi cedera pada tulang belakang. Dibuat dari papan keras. Cedara berlanjut akan terjadi jika korban diangkat dengan tangan biasa atau dengan tandu biasa. Bisa terjadi kelumpuhan di kemudian hari.

 

Program Penyusunan Kontingensi

Denah evakuasi. Di hotel denah seperti ini bisa dibuat. Yang penting tangga api atau tangga darurat tidak terhalang oleh barang apapun juga. Pintunya harus kedap asap dan membuka ke luar. Jika mau dibuka balik pintu akan terkunci rapat. Biasanya yang bisa dibuka hanya pintu yang paling bawah.

 

Program Simulasi

Muster area adalah tempat berkumpul jika terjadi kebarakan atau bencana lainnya. Di sini pekerja akan dihitung atau diabsensi. Jika ada yang tidak cocok dengan yang seharusnya, pekerja harus dicari. Karena itu sebelum bekerja karyawan harus melaporkan diri di tempat yang sudah disediakan.

 

Penanganan Luka

Penanganan luka. Luka secara alamiah bisa sembuh sendiri. Namun pertolongan medis akan membuat penyembuhan itu menjadi lebih baik. Hari pertama terjadi peradangan sebukan sel darah putih. Pada hari ketika awasi infeksi. Hari keempat dan seterusnya terjadi keloid jika ada bakat. Hari ketujuh akan menutup dan sembuh.

 

Tersengat arus listrik

Sengatan listerik bisa mengancam semua pekerja. Helm dibuat dari platik dan dibuat licin, agar jika ada kabel jatuh terkena kepala akan meluncur dan tidak nyangkut di kepala. Sering helm ditempeli stiker sehingga kelicinannya terganggu. Pedoman DANGER ABC. Danger di sini arus listrik harus dimatikan dulu.

 

Tersedak

Tersedak merupakan kejadian sehari-hari. Biasanya terjadi di ruang makan. Pekerja sehabis makan ikan tulangnya nyangkut di tenggorokan. Kadang-kadang manuver Heimlich tidak bisa menolong. Namun yang penting pekerja harus bisa bernafas dulu sebelum dibawa ke rumah sakit.

 

Luka bakar

Pertolongan pertama pada kebakaran ringan bisa disiram dengan air. Tapi bila luas dan sudah dalam pemberian air tidak menolong. Fire blanket mungkin bisa bermanfaat. Pemberian cairan dan darah mungkin lebih bermanfaat. Infeksi juga merupakan bahaya kedua yang tidak terelakkan. Apa karyawan perlu menggunakan pakaian kedap api?

 

Sengatan lebah

Kecelakaan tidak hanya karena jatuh atau tergelincir, namun bisa juga akibat sengatan lebah. Dokter perusahaan harus siap memberikan pertolongan jenis ini. Gigitan ular juga sering terjadi di tempat kerja. Apakah Dokter perusahaan sudah siap dengan Anti Bisa Ular (ABU)?

 

Masuk ke ruang tertutup

Masuk ke ruang tertutup mengandung konsekuensi gawat darurat. Dokter harus siap menyiapkan sarana pencegahan terjadi kecelakaan dan bagaimana memberikan pertolongan pertama. Keselamatan menyiapkan Log Out Tag Out (LOTO), sementara Dokter Perusahaan menyiapkan pengukuran kadar bahan berbahaya, pemantauan kesehatan.

 

© Sudjoko Kuswadji 2008

 

 

 

 

HALAMAN DEPAN

PENILAIAN BAHAYA

FIT UNTUK BEKERJA

TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK

PELATIHAN PEKERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

REKAM MEDIS

PROMOSI KESEHATAN

 

 

Pelatihan Untuk Pekerja

Pelatihan untuk pekerja bertujuan agar pekerja mengetahui bahaya dan risiko di tempat kerja dan mampu untuk mengendlikannya (hak untuk mengetahui). Pekerja diperkenalkan dengan bahan dan peralatan yang dipergunakan dalam proses produksi. Pekerja diperkenalkan dengan alat pelindung diri untuk menjaga agar tidak terpajan.

 

Globally Harmonized System

Globally Harmonized System  (GHS) merupakan tata cara komunikasi bahaya di tempat kerja. Sebelum GHS ini banyak cara yang dipergunakan oleh beberapa lembaga, seperti NFPA. Dulu terlalu banyak klasifikasi, piktogram dan metode. Kini disederhanakan dengan SDS (dulu MSDS) dan piktogram.

 

Label NFPA diganti dengan Pictogram

Karena masih dalam masa transisi, pemahaman NFPA perlu diajarkan juga kepada para pekerja. Mereka diwajibkan mengenal kode warna dalam wajik NFPA, seperti merah = mudah terbakar, biru = gangguan kesehatan, kuning = reaktivitas, putih = bahaya lainnya.

 

Kecelakaan Kerja

Kecelakaan Kerja meskipun merupakan bidang keselamatan, faktor kesehatan perlu dipertimbangkan, misalnya buta warna total pada pengemudi yang sering menubruk mobil di depannya. Pemberian obat pada pekerja juga dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Pekerja perlu diberi pengetahuan ini.

 

Kebakaran dan Penanggulangannya

Pemadaman api juga adalah bidang keselamatan kerja. Namun demikian para pekerja pemadam api harus memiliki tingkat kesehatan prima, misalnya kebugaran jasmaninya harus di atas rata2. Fungsi parunya harus baik dan tidak mengidap asthma. Jika mereka mengidap penyakit ini mereka tidak akan tahan menghadapi asap.

 

Tanggap Gawat Darurat Medik

Tanggap gawat darurat dan evakuasi pekerja. Simulasi harus bisa dilakukan bersama antara keselamatan dan kesehatan kerja.Tempat berkumpul atau assembly point atau muster point perlu menggunakan piktogram yang seragam, tentu saja di seluruh dunia.

 

Kontingensi Plan

Jalur evakuasi harus jelas. Piktogram untuk meminta pertolongan harus seragam di mana-mana. Klinik harus bertanda palang putih di atas hijau. Tidak dibenarkan menggunakan palang merah, karena ini sudah menjadi hak paten Palang Merah Internasional.

 

Gawat Darurat Penyakit (Flu Burung)

Konsep pertolongan penyakit menular baru sudah berubah. Ini berbeda dengan pertolongan penyakit biasa. Mereka harus dibawa ke Unit Gawat Darurat, di mana pekerja harus menggunakan alat pelindung diri. Demikian juga dengan kecelakaan tumpahan bahan kimia atau nuklir. Korban harus dibawa ke Unit Dekontaminasi dulu.

 

Pathogen Tertular Darah

Patogen tertular darah perlu diberikan kepada semua karyawan terutama penolong pertama. Dulu kotak P3K tidak mengandung sarung tangan. Kini diharuskan. Penolong pertama harus menggunakan sarung tangan terlebih dahulu sebelum menolong korban. Mereka rawan tertular hepatitis B, hepatitis C dan HIV.

 

Perlindungan Pernapasan

Penggunaan respirator. Pekerja perlu mengenal berbagai jenis respirator dan penggunaannya masing-masing. Mereka harus mampu memilih respirator yang sesuai dengan pekerjaannya. Mereka harus bisa memelihara respirator. Mereka harus bisa melakukan uji fit. Mereka harus tahu kapan respiratornya harus diganti.

 

Program Konservasi Pendengaran

Program Konservasi Pendengaran. Karyawan yang terpapar kebisingan wajib mengikuti Program Konservasi Pendengaran. Mereka harus mampu mengenal tempat yang bising. Bisa memilih alat penutup telinga yang sesuai dengan besarnya kebisingan. Mereka harus melakukan pemeriksaan audiometri.

 

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Tugas Dokter Perusahaan yang terpenting adalah memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Hal ini tercantum di dalam Undang-undang No 1/1970. Pemberian Resusitasi Jantung Paru sudah berubah dari cara lama menjadi cara baru. Dari 30 :2 menjadi 15 :2. Peralatan juga banyak yang baru seperti Automatic External Defibrilator.

 

© Sudjoko Kuswadji 2008

 

 

 

 

HALAMAN DEPAN

PENILAIAN BAHAYA

FIT UNTUK BEKERJA

TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK

PELATIHAN PEKERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

REKAM MEDIS

PROMOSI KESEHATAN

 

 

Penyakit Akibat Kerja

 

Penyakit Akibat Kerja ada dua yaitu yang langsung disebabkan oleh pekerjaan (occupational disease) dan penyakit yang tidak langsung (work related disease). Yang pertama jarang ditemui di luar kalangan pekerja (silikosis hanya ditemukan di kalangan pekerja), sementara yang kedua mungkin saja ditemukan di luar konteks pekerjaan (asthma bisa ditemukan pada anak-anak)

 

Jari putih akibat vibrasi

White Vibration Finger adalah kelainan jari yang disebabkan oleh getaran pada tangan, seperti pada operator chainsaw, mesin tumbuk jalan, bor tangan dll. Pemucatan ujung jari terjadi akibat penyempitan pembuluh nadi yang menuju ujung jari.

 

Carpal tunnel syndrome

Era teknologi informasi (Alvin Tofler) menuntut banyak pekerja menguasai komputer. Teknologi ini relatif baru dan belum banyak diketahui dampaknya terhadap tubuh manusia. Salah satu dampak pekerjaan ini adalah membengkaknya jaringan di pergelangan tangan, akibat tangan yang bekerja dalam posisi bersudut atau terlipat.

 

Silikosis pada paru

Silikosis ditemukan banyak pada pekerja tambang. Ada sejenis debu yang bisa tembus masuk alveoli (respirable dust). Sekali debu ini tembus maka seterusnya akan menyebabkan jaringan fibrosis dalam paru. Orangnya akan sesak. Spirometrinya restriktif dan di foto dadanya banyak bercak keputihan menunjukkan infiltrat.

 

Asbestosis

Di seluruh dunia asbes sudah dilarang. Asbes apa saja putih, biru dan coklat. Di Indonesia masih diijinkan. Dibuat atap gelombang. Pada proses produksi mungkin tak banyak masalah. Namun ketika atap asbes dirontokkan maka debu asbes akan berterbangan dan dari situ timbul masalah. WTC yang rontok pada 11/9 juga menyebarkan asbes.

 

Dermatosis akibat kerja

Dermatosis akibat kerja mudah didiagnosis. Hampir semua kelainan kulit di tangan boleh kata akibat kerja. Bisa irritan atau allergi. Irritan biasanya langsung terjadi dan menyangkut banyak orang. Sarung tangan yang sesuai akan bisa mengatasi masalah. Berbeda dengan allergen, selain lama baru muncul, penangannya sangat sukar.

 

Keracunan merkuri

Penyakit Minamata sebenarnya adalah penyakit lingkungan. Disebabkan makan ikan yang mengandung methyl mercury. Merkuri di industri umumnya merkuri logam. Mekanisme dan bahayanya berbeda. Sejak kasus Newmont Minahasa sekarang ramai dibicarakan di industri migas. Ibu-ibu juga bisa tercemar merkuri dari kosmetik.

 

Keracunan arsenik

Arsen dan gangguan kulit. Arsen biasanya ada dalam air. Racun keras, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Perfect Poison. Dipakai untuk meracuni alm Munir. Sejak dulu dikenal sebagai bahan racun untuk meracuni Napoleon Bonaparte dll. Di industri gejala yang pertama pelupa dan lebih lanjut tremor pada lengan.

 

Kemerahan kulit akibat panas

Prickly heat atau biang keringat. Akibat panas yang menyebakan keringat tidak bisa keluar akibat kelembaban udara yang tinggi. Sesudah ini akan ternjadi heat cramp lalu heat stroke. Tempat kerja yang panas dapat menimbulkan kematian, kemandulan dll. Sopir angkot yang mesin mobilnya di bawah jok sering mengalami kemandulan.

 

Kaca mata tebal akibat myopia

Di banyak pekerja elektronik pekerja menangani benda yang kecil2. Jika pencahayaannya tidak memadai pekerja cenderung akan mengalami miopia. Upaya penanggulangannya bukan memberikan kacamata, melainkan menaikkan luks di tempat kerjanya.  Caranya sederhana saja, turunkan lampu di atas tempat kerjanya.

 

Hernia nukleus pulposus

Hernia nucleus pulposus bisa mengenai siapa saja. Jika pekerja itu sopir dump truck bisa disebabkan karena whole body vibration. Ada anjuran untuk membuat foto lumbo sacral sebelum karyawan mulai bekerja. Penanganan jok mobil lebih penting ketimbang memberikan obat dan tindakan lainnya.

 

Tuli sensorineural akibat kebisingan

Hampir di semua industri ada tempat yang bising. Tuli sensorineural bisa terjadi, tidak banyak dan waktunya cukup lama. Paling banyak dilaporkan oleh banyak negara. Belakangan tuli sensorineural ini bisa disebabkan juga oleh pelarut. Juga buta warna. Nah bagaimana jika bekerja dengan pelarut dan tempatnya bising ?

 

© Sudjoko Kuswadji 2008

 

 

 

 

HALAMAN DEPAN

PENILAIAN BAHAYA

FIT UNTUK BEKERJA

TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK

PELATIHAN PEKERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

REKAM MEDIS

PROMOSI KESEHATAN

 

 

Pemeliharaan Rekam Medis

UU Praktek Kedokteran menetapkan bahwa semua dokter wajib menulis rekam medis. Namun demikian banyak sekali tulisan dokter yang tidak terbaca, bahkan oleh dokternya sendiri. Penyimpanannya masih simpang siur. Ada yang bilang 5 tahun. Ada yang bilang 30 tahun sejak karyawan pensiun.

 

Kerahasiaan

Rekam medis harus dirahasiakan. Bukan untuk karyawan yang memilikinya, melainkan untuk orang lainnya termasuk pejabat HRD. Jika mereka menghendakinya harus meminta ijin kepada karyawan yang bersangkutan. Juga untuk konsultan harus meminta ijin karyawan yang mau dirujuk.

 

Tulisan tangan bisa dibaca

Tulisan dokter hendaknya mudah dibaca oleh orang lain. Baiknya dengan huruf balok. Namun ada yang belum terbiasa dengan huruf balok. Rekam medis dengan komputer mungkin? Saya banyak dokter yang belum terbiasa dengan komputer.

 

International Classification of the Diseases (ICD 10)

Diagnosis dokter di Indonesia ada tiga bahasa: Indonesia, Belanda, Latin dan (Inggris). Jarang diagnosis dengan kode ICD 10. Bagaimana cara mempelajari ICD 10 ini? Di Fakultas Kedokteran belum banyak diajari. Ada penafsir ICD 10, yang biasanya perawat. Sering sulit mereka mengelompokkan diagnosis dokter itu.

 

Problem Oriented Medical Record (POMR)

Problem Oriented Medical Record sebenarnya bukan hal baru untuk dokter keluarga. Dokter Keluarga tentu saja banyak kesulitan membuat diagnosis karena pasien baru datang (primary care). Problem lebih mudah dirumuskan. Dokter Perusahaan juga adalah pelayanan kesehatan primer. Pekerja datang dengan keluhan yang samar2.

 

Subjective, Objective, Assessment, Plan (SOAP)

Dalam menuliskan problem Dokter Perusahaan harus mengacu kepada SOAP. Subjektive adalah keluhan peserta yang sukar dibuktikan keberadaannya. Objektive adalah hasil pemeriksaan dokter yang mudah dibuktikan. Assessment adalah penilaian dokter yang sering banyak daerah kelabu. Plan adalah rencana dokter: terapi, rujuk dll.

 

Database komputer

Banyak database praktek kedokteran yang ada di pasar. Tidak semua sesuai dengan kebutuhan kita di lapangan. Penyesuaian sangat diperlukan. Di perusahaan database harus bisa menarik semua penyakit akibat kerja, ukuran absen sakit, pencatatan temuan lingkungan. Bisa menganalisis pekerja apa dengan penyakit apa.

 

Absen sakit dan polanya

Absen sakit adalah meninggalkan pekerjaan karena sakit atau cedera. Tidak termasuk hamil dan hadi. Sakit bisa sakit fisik, mental dan sosial. Namun demikian absen sakit belum tentu sakit. Lebih tepat disebut dengan inkapasitas atau ketidakmampuan bekerja. Absen sakit artinya tidak mampu bekerja. Apa dokter menanyakan pekerjaan pasien?

 

Konsultasi dan rujukan

Konsultasi dan rujukan harus seijin pekerja. Setelah konsul diharapkan dikembalikan ke dokter perusahaan. Tidak dibenarkan menahan pasien dan disuruh kembali terus-terusan. Hasil konsultasi diperlukan dokter perusahaan untuk mengubah lingkungan kerja, organisasi dll.

 

Epidemiologi (keterkaitan dengan pekerjaan)

Pengetahuan epidemiologi diperlukan oleh dokter perusahaan untuk menelusuri determinan kondisi pekerja menurut karakteritik perorangan, tempat dan tempo. Dengan cara ini bisa diketahui di mana kejadian banyak terjadi, mengenai kelompok pekerja mana dan kapan peristiwa itu banyak terjadi.

 

Penyimpanan (5 -30 tahun)

Penyimpanan data medis yang cukup lama akan memakan tempat yang harganya semakin lama semakin mahal. Ada yang mengusullkan agar data itu diringkas saja. Ada juga yang mengajurkan discanning. Yang terakhir ini belum mendapat dukungan hukum di Indonesia.

 

Kompensasi

Pekerja yang terkena penyakit akibat kerja mungkin mengalami cacat. Perusahaan wajib memberikan kompensasi ganti kerugian. Dalam hal ini perusahaan merujuk ke JAMSOSTEK. Data ini harus disimpan rapi bersama data medis lainnya. Penyimpanannya juga sama waktunya.

 

© Sudjoko Kuswadji 2008

 

 

 

 

 

HALAMAN DEPAN

PENILAIAN BAHAYA

FIT UNTUK BEKERJA

TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK

PELATIHAN PEKERJA

PENYAKIT AKIBAT KERJA

REKAM MEDIS

PROMOSI KESEHATAN

 

PROMOSI KESEHATAN

Sifatnya adalah pendidikan. Berbeda dengan pelatihan Kesehatan Kerja karyawan yang sangat terkait dengan pekerjaannya. Promosi lebih banyak menyangkut perilaku karyawan, seperti: kebiasaan berolahraga, tidur tidak teratur, makan sebarangan, minum alkohol dll.

 

Program Berolahraga

Semakin lama pekerjaan fisik semakin berkurang. Banyak pekerja yang duduk. Karena gerak tubuh berkurang, maka penyakit jantung semakin bertambah. Gerakan berolahraga bertujuan untuk menurunkan angka penyakit jantung ini. Olahraga ialah bergerak jasmani sampai nadi mencapai 80% nadi maksimum ((220-usia) x 80%).

 

Program Gizi Seimbang

Dulu gizi berslogan empat sehat lima sempurna. Ternyata keliru. Yang benar adalah piramida gizi. Porsi yang terbanyak adalah serat yang berasal dari tumbuhan, Namun upaya ini tidak pernah berhasil. Setiap orang harus makan sayur sekarung selama sehari. Nah banyak perusahaan yang mengklaim produknya mengandung serat.

 

Program Berhenti Merokok

Ada dua bahaya merokok: kanker, ketagihan, dan jantung. Kanker karena ter. Ketagihan karena nikotin, jantung karena CO. Upaya dilakukan menurunkan ter dan nikotin. Mereka menyebut light. Masalah utama adalah ketagihan. Ini adalah gangguan jiwa. Jika bisa meninggalkan rokok selama 2 tahun berturut-turut bisa berhenti untuk selamanya.

 

Program Tidur Pada Pekerja Bergilir

Pekerja shift sebanyak 80% mengalami gangguan tidur. Manusia sejak lahir bangun pada siang hari dan tidur pada malam hari. Jika dibalik pasti akan terjadi dampak gangguan kesehatan. Sebanyak 25% angkatan kerja adalah pekerja shift. Karena itu belajar teknik tidur perlu diberikan kepada para pekerja shift.

 

Program Pengendalian Stress

Stres akibat pekerjaan semakin lama semakin mencolok. Pekerjaan dituntut lebih cepat dan lebih akurat. Manusia semakin dipacu untuk lebih cepat. Ini sering melampaui kemampuan mereka. Banyak pekerja mengalami jutek atau burn out. Ini merupakan gejala awal stres akibat kerja.

 

Program Narkoba dan HIV

Narkoba kini tidak diedarkan di kalangan remaja saja. Obat ini sudah merasuk ke kalangan pekerja. Bagaimana mencegah penyebaran narkoba di kalangan pekerja ini. Mulai dari absen sakit, perubahan perilaku perlu diketahui oleh pekerja terutama mandor dan supervisor. Ada kaitan erat dengan HIV karena pemakaian jarum suntik bersama.

 

Program Tuberkulosis

Tuberkulosis masih banyak di masyarakat. Untuk pekerja mungkin mudah terdeteksi. Ini karena program pemeriksaan kesehatan berkala. Bisa disebabkan oleh lingkungan kerja atau asrama di tempat kerja. Lain halnya dengan masyarakat awam. Mereka hanya ditunggu PUSKESMAS saja. Belum ada gerakan aktif untuk menjaringnya.

 

Program Demam Berdarah

Demam berdarah disebarkan oleh nyamuk aedes agypti. Pemberantasannya hanya dengan pembasmian sarung nyamuk. Obatnya belum ditemukan. Vaksinnya juga belum. Ada beberapa kematian karena demam berdarah ini akibat diagnosis yang terlambat. Bisa akibat nyamuk di tempat kerja.

 

Flu burung

Flu burung adalah penyakit baru. Penularannya sangat tidak jelas. Peternak ayam jarang terkena penyakit ini dan bahkan ada orang yang sama sekali tidak berhubungan dengan ayam juga bisa terkena. Upaya yang dilakukan sering juga tidak masuk akal. Beberapa perusahaan sudah menyiapkan vaksin untuk menghadang flu ini.

 

Program jantung sehat

Penyakit jantung banyak terjadi akibat faktor risiko. Kholeterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, tidak berolahraga, merokok, diabetes dll. Pengendalian bisa dilakukan dengan mengubah prilaku hidup. Diet rendah kholesterol. Pengobatan darah tinggi. Berolahraga secara teratur dan tidak merokok.

 

Allergi makanan

Allergi makanan terjadi pada mereka yang berbakat. Banyak upaya untuk mencegah terjadinya allergi ini. Mulai dari menghindari makanan yang menyebabkan allergi, sampai kepada penyusunan makanan dengan rasa udang tapi bukan udang (vegetarian). Ada juga upaya untuk melakukan desensitisasi.

 

© Sudjoko Kuswadji 2008