|
|
Yayasan
Sudjoko Kuswadji Jl Puyuh Timur III EG 3 No 1 Bintaro
Jaya Sektor V Jurang Manggu Timur Tangerang 15222 Banten Telp:
+62217343651 Faks: +627358966 Email: yayasan_sudjoko_kuswadji@yahoo.com.
HTTP://www.yayasansudjokokuswadji.org/ |
|
|
|
|
|
HALAMAN DEPAN |
PENILAIAN BAHAYA |
FIT UNTUK BEKERJA |
TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK |
PELATIHAN PEKERJA |
PENYAKIT AKIBAT KERJA |
REKAM MEDIS |
PROMOSI KESEHATAN |
|
PENGANTAR |
VISI DAN MISI |
|
Sejarah Yayasan Sudjoko Kuswadji
didirikan di Yayasan yang bersifat non komersial ini mengkhususkan memberikan jasa konsultasi dan pelatihan dalam bidang Kesehatan Kerja. Pola konsultasi dan pelatihan mengacu kepada standar nasional Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan berbagai standar Internasional yang diselenggarakan secara integrasi dan utuh dalam manajemen perusahaan. Sementara ini Yayasan Sudjoko Kuswadji terlibat dalam Rencana Akreditasi Lembaga Pelatihan Kesehatan oleh Badan Diklat Depkes. |
Visi Yayasan Sudjoko Kuswadji ingin menjadi satu Lembaga Pelatihan Kerja bertaraf Internasional untuk para Profesional bidang Kesehatan Kerja. |
|
Misi Yayasan Sudjoko Kuswadji memberikan konsultasi Kesehatan Kerja kepada semua Profesional Kesehatan Kerja di semua perusahaan formal dan informal di Indonesia Yayasan Sudjoko Kuswadji akan menjadi Lembaga Pelatihan yang terakreditasi untuk melatih para profesional bidang Kesehatan Kerja untuk mendapatkan Sertifikat Profesional setelah menjalani ujian yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Personil Badan Nasional Sertifikasi Profesi. |
|
SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN KERJA YANG
TERINTEGRASI |
|
Sistem
Manajemen Kesehatan Kerja ini terdiri atas 7 elemen yang saling bertautan.
Elemen yang belakangan sangat bergantung pada elemen yang sebelumnya. Jika
masing-masing elemen ini dijalankan secara baik dan benar, sesuai dengan
Kebijakan dan Prosedur Perusahaan akan terjadi keadaan mirip dengan Sistem
Kardiovaskuler. Artinya jika terjadi perdarahan, maka otomatis jantung
berdetak lebih cepat dari biasanya. Jika absen sakit dalam satu perusahaan
banyak terjadi, maka otomatis Dokter Perusahaan akan mencari apa penyebabnya,
tanpa disuruh lagi. Integrasi bisa dilakukan bersama dengan para profesional
Keselamatan dan Lingkungan Kerja. |
|
Penilaian Risiko Bahaya Kesehatan |
Penetapan Fit Untuk Bekerja |
Rancangan Gawat Darurat Medik |
Pelatihan Pekerja |
Diagnosis Penyakit Akibat Kerja |
Penyimpanan Rekam Medis |
Promosi Kesehatan |
|
Bahaya & Risiko Fisika Kimia Biologi Ergonomi Psikososial Matriks Risiko |
Sesuai Bahaya Sesuai Kerjaan Sebelum Kerja Berkala Khusus Prapensiun Monitoring Bio |
Kotak P3K Penolong Pertama Aneka Tandu AED CPR Simulasi |
Respirator Pelindung Telinga SCBA HACCP HCP |
Risiko 31 penyakit Gejala Diagnosis Terapi Kompensasi |
Kerahasiaan Keterbacaan Masa penyimpanan POMR SOAP |
Olahraga Gizi seimbang Berhenti merokok Tidur cukup Stres Obat & Alkohol |
© Sudjoko Kuswadji 2008
|
|
HALAMAN DEPAN |
PENILAIAN BAHAYA |
FIT UNTUK BEKERJA |
TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK |
PELATIHAN PEKERJA |
PENYAKIT AKIBAT KERJA |
REKAM MEDIS |
PROMOSI KESEHATAN |
|
Progran
Penilaian Bahaya dan Risiko |
|
Semua jenis pekerjaan selalu mengandung
bahaya dan risiko. Bahaya dan risiko itu harus dikenal sebelum pekerjaan
dimulai. Dokter Perusahaan harus mampu membuat peta risiko dan bahaya itu.
Ini sering disebut dengan Health Map
atau Risk Matrix. |
|
Program
Mengenal Bahaya Fisika |
|
Bahaya fisika antara lain adalah kebisingan,
getaran, panas dan dingin, pencahayaan, gelombang elektromagnetik, radiasi
nuklir, radiasi sinar x, cessium dengan sinar gamma.dll. Kebisingan dikenal
dapat menyebabkan gangguan telinga berupa sensorineural. Namun demikian
kebisingan bisa menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. |
|
Program
Mengenal Bahaya Kimia |
|
Bahaya kimia terdiri atas logam seperti
merkuri, arsen, timbal dll. Solvent seperti xylene, benzene dll. Pengetahuan
terbaru mengenai solvent ini ternyata mengganggu saraf. Bisa menyebakan tuli
saraf dan gangguan penglihatan warna. Jadi jika dulu pemeriksaan buta warna
hanya sekali seumur hidup, kini tiap tahun untuk pekerja dengan solvent. |
|
Program
Mengenal Bahaya Biologi |
|
Makan di kantin mempunyai risiko keracunan
makanan. Keracunan ini umumnya disebabkan oleh jasad renik yang mencemari
makanan kita. Bagaimana upaya untuk mencegah terjadinya keracunan. Bagaimana
mengenal aneka ragam bahaya itu? Fisika, kimia, dan biologik. |
|
Program
Mengenal Bahaya Ergonomi |
|
Ergonomi adalah penyesuaian pekerja dengan kondisi
tubuh manusia. Bagaimana jika penyesuaian itu tidak berjalan mulus. Pekerjaan
semacam apa yang dapat menimbulkan gangguan ergonomik ini dan apa saja risiko
yang bisa didapat oleh posisi yang tidak nyaman itu. |
|
Program Mengenal
Bahaya Psikososial |
|
Kesurupan yang banyak terjadi di beberapa
pabrik manufakturing adalah fenomen psikososial. Pekerja yang tadinya adalah
petani kemudian dipaksa bekerja sesuai dengan aturan waktu. Mereka berontak
tapi tidak berani terang-terangan dan keluar dalam bentuk histeria massal.
Stres akibat kerja juga adalah dampak psikologis akibat kerja. |
|
Program
Membuat Matriks Bahaya dan Risiko |
|
Matriks ini terdiri
atas kolom dan baris. Kolom kiri berisi semua jenis pekerjaan. Baris atas berisi
topik pemeriksaan kesehatan yang diperlukan oleh jenis pekerjaan tertentu.
Jadi tidak semua pekerja mendapatkan pemeriksaan yang sama. MAPEP membagi pekerjaan ini atas |
|
Program
Pengukuran Fiska Kimia Biologi Ergonomi dan Psikososial |
|
Tidak semua bahaya
bisa diukur. Diukur untuk mengenal besar tidaknya bahaya. Tentu saja dikaitkan
dengan risiko yang bakal diperoleh oleh karyawan. Demikian juga tidak semua
bahan kimia mempunyai Nilai Ambang Batas. Laboratorium juga mempunyai
kemampuan yang terbatas. Seringkali hasilnya ND atau tidak terdeteksi. |
|
Program
Biomonitoring |
|
|
|
Penyelaman |
|
Bahaya dan risiko bisa juga terjadi pada
penyelaman, dimana tekanan udara lebih dari 1 atm. Bisa juga dalam proses pembuatan
terowongan kereta bawah tanah. Udara diberi tekanan 2 atm dengan harapan air
tanah tidak masuk ke dalam tempat kerja. Masalah yang paling mudah mendapat
risiko ialah ketika kembali naik ke atas. |
|
Penerbangan |
|
Tekanan udara bisa juga menurun, misalnya
ketika naik pesawat terbang atau bekerja di puncak gunung tinggi. Dampak
gangguan kesehatan akibat proses kerja seperti ini adalah hipoksia atau
terjadinya pengembangan ruangan dalam tubuh seperti sinus, saluran pencernaan
dll. |
|
Bahaya
dan risiko pengelasan |
|
Pengelasan adalah pekerjaan yang paling
banyak mengundang risiko. |
© Sudjoko Kuswadji 2008
|
|
HALAMAN DEPAN |
PENILAIAN BAHAYA |
FIT UNTUK BEKERJA |
TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK |
PELATIHAN PEKERJA |
PENYAKIT AKIBAT KERJA |
REKAM MEDIS |
PROMOSI KESEHATAN |
|
Penetapan
Fit untuk Bekerja |
|
Penetapan Fit untuk Bekerja adalah
pemeriksaan kesehatan yang bertujuan mengaitkan status kesehatan seorang pekerja
dengan kemampuannya untuk bekerja. Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan
tradisional yang tujuannya tidak jelas. Rumusnya Beban Kerja = Kapasitas
Kerja (UU Kesehatan 1992) |
|
Program
Penetapan Jabatan dan Bahaya Risikonya |
|
Pekerjaan sand blasting menggunakan pasir
silika yang disemprotkan ke pipa besi agar karatnya terlepas sebelum dicat.
Mereka jelas terpajan dengan debu, walaupun mereka telah menggunakan masker
khusus. Mereka harus diperiksa secara berkala dengan spirometri dan foto
rontgen dada. |
|
Program
Penetapan Jenis Pemeriksaan |
|
Pekerja elektronik adalah pekerja yang
menggunakan matanya untuk melihat bahan yang sangat kecil. Jika penerangan kurang
pekerja cenderung akan mengalami miopia. Jadi pemeriksaan Optotipi Snellen
ini perlu dilakukan pada pekerja elektronik ini. |
|
Program
Penentuan Fit untuk Bekerja |
|
Menjadi pengemudi kendaraan umum dan menjadi
operator di control room perlu
kemampuan untuk membedakan warna. Mereka terutama harus mengenal warna merah.
Jika karyawan mengalami buta warna merah (protanopia)
mereka tidak laik bekerja di tempat ini. |
|
Program
Pembuatan Laporan Individual |
|
Kasus tuberkulosis perlu diberi tahu kepada
yang berangkutan. Ditanyakan kira-kira mereka mendapat tuberkulosis dari
mana. Sering terjadi cluster kasus tuberkulosis di tempat kerja atau di
asrama tempat kerja. Penanganan tentu saja bukan hanya terhadap satu dua
orang melainkan kepada semua pekerja penderita tuberkulosis. |
|
Program
Pembuatan Laporan Manajemen |
|
Laporan kepada manajemen tidak boleh mengandung
data medis. Laporan hanya menyatakan fit atau tidak fitnya seorang pekerja.
Jika pekerja sudah menjadi pegawai pekerja bisa diobati dan sementara tidak
bekerja di tempat semula. Mungkin juga jadwal kerjanya diubah misalnya kerja
siang saja untuk penderita diabetes mellitus. |
|
Program
Pembuatan Analisis Pemeriksaan Kesehatan |
|
Analisis data pemeriksaan kesehatan bisa
disajikan kepada manajemen. Misalnya pemeriksaan berat jenis urin pekerja
kantor yang cenderung meninggi atau kencingnya semakin pekat. Artinya pekerja
kurang minum. Jika disuruh minum beberapa gelas sukar sekali ditetapkan
takarannya. Jika melihat warna urinnya akan lebih mudah. |
|
Program
Pemeriksaan Khusus |
|
Pemeriksaan khusus seperti biomonitoring
paling sedikit meliputi tiga pemeriksaan lingkungan, metabolit dan dampak
gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang dicari sangat samar-samar,
sehingga diperlukan ketelian yang sangat jeli. Bahkan mungkin keluhan
misalnya berubahnya perilaku bisa menunjukkan awal keracunan. |
|
Uji
Kedalaman Penglihatan |
|
Kedalaman penglihatan diperlukan untuk para
pengemudi dan operator crane. Jika
mereka mengalami gangguan penglihatan ini, mereka sering mengalami gangguan
ketika mengangkat barang atau rigging. Kecelakaanpun bisa terjadi. |
|
Pemeriksaan
Audiometri |
|
Seorang resepsionis yang merangkap sebagai
telepon operator akan sering menerima telepon. Jika dia tuli lebih dari 40 dB
akan mengalami kesulitan dalam pekerjaannya. Bisa juga petugas call centre akan mengalami tuli akibat
kebisingan karena desingan head set. |
|
Pemeriksaan
Elektrokardiografi |
|
Pemeriksaan Elektrokardiografi diperlukan
terutama untuk pekerja yang berusia 35 tahun atau lebih. Namun demikian
mereka yang bekerja dengan carbon disulfida di pabrik viscous rayon mungkin pada usia yang lebih muda. Kita mengenal bahwa
karbon disulfida ini adalah bahan yang dapat menyempitkan pembuluh koroner. |
|
|
|
|
© Sudjoko Kuswadji 2008
|
|
HALAMAN DEPAN |
PENILAIAN BAHAYA |
FIT UNTUK BEKERJA |
TANGGAP GAWAT DARURAT
MEDIK |
PELATIHAN PEKERJA |
PENYAKIT AKIBAT KERJA |
REKAM MEDIS |
PROMOSI KESEHATAN |
|
Tanggap
Gawat Darurat Medik |
|
Tanggap gawat darurat medik adalah upaya
medis yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan. Itu bisa saja
terjadi walaupun semua usaha sudah dilakukan. Karyawan dilarang menggunakan
cincin jari di tempat kerja, namun aturan ini banyak yang dilanggar.
Akibatnya terjadi kecelakaan degloving. |
|
Program
Pengisian Kotak P3K |
|
Standar isi kotak P3K ada di SNI, namun
daftar itu sudah kadaluwarsa. Selain itu perlu ditambahkan sarung tangan sekali
pakai untuk mencegah tertularnya patogen darah. Obat dalam kotak harus selalu
terisi. Yang sering kotak ini dalam keadaan kosong karena isinya dibawa
pulang oleh karyawan. |
|
Program
Pelatihan Penolong Pertama |
|
Dokter Perusahaan dan Perawat harus menguasai
resusitasi jantung paru. Mereka biasanya harus lulus kursus ATLS dan BTLS. Bahkan ada yang ingin lebih memperdalam dalam kursus ACLS. Mereka harus mampu memberi pelatihan
resusitasi jantung paru kepada awam seperti para pekerja yang diangkat
sebagai penolong pertama. |
|
Program
Penyediaan Peralatan |
|
Ini namanya spine board. Diperlukan jika diduga terjadi cedera pada tulang belakang.
Dibuat dari papan keras. Cedara berlanjut akan terjadi jika korban diangkat
dengan tangan biasa atau dengan tandu biasa. Bisa terjadi kelumpuhan di
kemudian hari. |
|
Program
Penyusunan Kontingensi |
|
Denah evakuasi. Di hotel denah seperti ini
bisa dibuat. Yang penting tangga api atau tangga darurat tidak terhalang oleh
barang apapun juga. Pintunya harus kedap asap dan membuka ke luar. Jika mau
dibuka balik pintu akan terkunci rapat. Biasanya yang bisa dibuka hanya pintu
yang paling bawah. |
|
Program
Simulasi |
|
Muster area adalah tempat berkumpul jika
terjadi kebarakan atau bencana lainnya. Di sini pekerja akan dihitung atau
diabsensi. Jika ada yang tidak cocok dengan yang seharusnya, pekerja harus
dicari. Karena itu sebelum bekerja karyawan harus melaporkan diri di tempat
yang sudah disediakan. |
|
Penanganan
Luka |
|
Penanganan luka. Luka
secara alamiah bisa sembuh sendiri. Namun pertolongan medis akan membuat
penyembuhan itu menjadi lebih baik. Hari pertama terjadi peradangan sebukan
sel darah putih. Pada hari ketika awasi infeksi. Hari keempat dan seterusnya
terjadi keloid jika ada bakat. Hari ketujuh akan menutup dan sembuh. |
|
Tersengat arus listrik |
|
Sengatan listerik
bisa mengancam semua pekerja. Helm dibuat dari platik dan dibuat licin, agar
jika ada kabel jatuh terkena kepala akan meluncur dan tidak nyangkut di
kepala. Sering
helm ditempeli stiker sehingga kelicinannya terganggu. Pedoman DANGER ABC. Danger di sini arus listrik harus dimatikan dulu. |
|
Tersedak |
|
Tersedak merupakan kejadian sehari-hari.
Biasanya terjadi di ruang makan. Pekerja sehabis makan ikan tulangnya
nyangkut di tenggorokan. Kadang-kadang manuver Heimlich tidak bisa menolong.
Namun yang penting pekerja harus bisa bernafas dulu sebelum dibawa ke rumah
sakit. |
|
Luka
bakar |
|
Pertolongan pertama pada kebakaran ringan
bisa disiram dengan air. Tapi bila luas dan sudah dalam pemberian air tidak
menolong. Fire blanket mungkin bisa
bermanfaat. Pemberian cairan dan darah mungkin lebih bermanfaat. Infeksi juga
merupakan bahaya kedua yang tidak terelakkan. Apa karyawan perlu menggunakan
pakaian kedap api? |
|
Sengatan
lebah |
|
Kecelakaan tidak hanya karena jatuh atau
tergelincir, namun bisa juga akibat sengatan lebah. Dokter perusahaan harus
siap memberikan pertolongan jenis ini. Gigitan ular juga sering terjadi di
tempat kerja. Apakah Dokter perusahaan sudah siap dengan Anti Bisa Ular
(ABU)? |
|
Masuk ke
ruang tertutup |
|
Masuk ke ruang tertutup mengandung
konsekuensi gawat darurat. Dokter harus siap menyiapkan sarana pencegahan terjadi
kecelakaan dan bagaimana memberikan pertolongan pertama. Keselamatan
menyiapkan Log Out Tag Out (LOTO),
sementara Dokter Perusahaan menyiapkan pengukuran kadar bahan berbahaya,
pemantauan kesehatan. |
© Sudjoko Kuswadji 2008
|
|
HALAMAN DEPAN |
PENILAIAN BAHAYA |
FIT UNTUK BEKERJA |
TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK |
PELATIHAN PEKERJA |
PENYAKIT AKIBAT KERJA |
REKAM MEDIS |
PROMOSI KESEHATAN |
|
Pelatihan
Untuk Pekerja |
|
Pelatihan untuk pekerja bertujuan agar
pekerja mengetahui bahaya dan risiko di tempat kerja dan mampu untuk
mengendlikannya (hak untuk mengetahui). Pekerja diperkenalkan dengan bahan
dan peralatan yang dipergunakan dalam proses produksi. Pekerja diperkenalkan
dengan alat pelindung diri untuk menjaga agar tidak terpajan. |
|
Globally
Harmonized System |
|
Globally
Harmonized System (GHS)
merupakan
tata cara komunikasi bahaya di tempat kerja. Sebelum GHS ini banyak cara yang
dipergunakan oleh beberapa lembaga, seperti NFPA. Dulu terlalu banyak klasifikasi, piktogram dan metode. Kini
disederhanakan dengan SDS (dulu MSDS) dan piktogram. |
|
Label
NFPA diganti dengan Pictogram |
|
Karena masih dalam masa transisi, pemahaman NFPA perlu diajarkan juga kepada para
pekerja. Mereka diwajibkan mengenal kode warna dalam wajik NFPA, seperti merah = mudah terbakar,
biru = gangguan kesehatan, kuning = reaktivitas, putih = bahaya lainnya. |
|
Kecelakaan
Kerja |
|
Kecelakaan Kerja meskipun merupakan bidang
keselamatan, faktor kesehatan perlu dipertimbangkan, misalnya buta warna
total pada pengemudi yang sering menubruk mobil di depannya. Pemberian obat pada
pekerja juga dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Pekerja perlu diberi
pengetahuan ini. |
|
Kebakaran
dan Penanggulangannya |
|
Pemadaman api juga adalah bidang keselamatan
kerja. Namun demikian para pekerja pemadam api harus memiliki tingkat
kesehatan prima, misalnya kebugaran jasmaninya harus di atas rata2. Fungsi
parunya harus baik dan tidak mengidap asthma. Jika mereka mengidap penyakit
ini mereka tidak akan tahan menghadapi asap. |
|
Tanggap
Gawat Darurat Medik |
|
Tanggap gawat darurat dan evakuasi pekerja.
Simulasi harus bisa dilakukan bersama antara keselamatan dan kesehatan
kerja.Tempat berkumpul atau assembly
point atau muster point perlu menggunakan piktogram
yang seragam, tentu saja di seluruh dunia. |
|
Kontingensi
Plan |
|
Jalur evakuasi harus jelas. Piktogram untuk
meminta pertolongan harus seragam di mana-mana. Klinik harus bertanda palang putih
di atas hijau. Tidak dibenarkan menggunakan palang merah, karena ini sudah
menjadi hak paten Palang Merah Internasional. |
|
Gawat
Darurat Penyakit (Flu Burung) |
|
Konsep pertolongan penyakit menular baru
sudah berubah. Ini berbeda dengan pertolongan penyakit biasa. Mereka harus
dibawa ke Unit Gawat Darurat, di mana pekerja harus menggunakan alat
pelindung diri. Demikian juga dengan kecelakaan tumpahan bahan kimia atau
nuklir. Korban harus dibawa ke Unit Dekontaminasi dulu. |
|
Pathogen
Tertular Darah |
|
Patogen tertular darah perlu diberikan kepada
semua karyawan terutama penolong pertama. Dulu kotak P3K tidak mengandung
sarung tangan. Kini diharuskan. Penolong pertama harus menggunakan sarung
tangan terlebih dahulu sebelum menolong korban. Mereka rawan tertular
hepatitis B, hepatitis C dan HIV. |
|
Perlindungan
Pernapasan |
|
Penggunaan respirator. Pekerja perlu mengenal
berbagai jenis respirator dan penggunaannya masing-masing. Mereka harus mampu
memilih respirator yang sesuai dengan pekerjaannya. Mereka harus bisa
memelihara respirator. Mereka harus bisa melakukan uji fit. Mereka harus tahu
kapan respiratornya harus diganti. |
|
Program
Konservasi Pendengaran |
|
Program Konservasi Pendengaran. Karyawan yang
terpapar kebisingan wajib mengikuti Program Konservasi Pendengaran. Mereka
harus mampu mengenal tempat yang bising. Bisa memilih alat penutup telinga
yang sesuai dengan besarnya kebisingan. Mereka harus melakukan pemeriksaan
audiometri. |
|
Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan |
|
Tugas Dokter Perusahaan yang terpenting
adalah memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Hal ini tercantum di
dalam Undang-undang No 1/1970. Pemberian Resusitasi Jantung Paru sudah
berubah dari cara lama menjadi cara baru. Dari
30 :2 menjadi 15 :2. Peralatan juga banyak yang baru seperti Automatic External Defibrilator. |
© Sudjoko Kuswadji 2008
|
|
HALAMAN DEPAN |
PENILAIAN BAHAYA |
FIT UNTUK BEKERJA |
TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK |
PELATIHAN PEKERJA |
PENYAKIT AKIBAT KERJA |
REKAM MEDIS |
PROMOSI KESEHATAN |
|
Penyakit
Akibat Kerja |
|
Penyakit Akibat Kerja ada dua yaitu yang
langsung disebabkan oleh pekerjaan (occupational
disease) dan penyakit yang tidak langsung (work related disease). Yang pertama jarang ditemui di luar
kalangan pekerja (silikosis hanya ditemukan di kalangan pekerja), sementara
yang kedua mungkin saja ditemukan di luar konteks pekerjaan (asthma bisa
ditemukan pada anak-anak) |
|
Jari
putih akibat vibrasi |
|
White
Vibration Finger adalah kelainan jari yang disebabkan oleh getaran pada tangan,
seperti pada operator chainsaw,
mesin tumbuk jalan, bor tangan dll. Pemucatan ujung jari terjadi akibat penyempitan
pembuluh nadi yang menuju ujung jari. |
|
Carpal
tunnel syndrome |
|
Era teknologi informasi (Alvin Tofler)
menuntut banyak pekerja menguasai komputer. Teknologi ini relatif baru dan belum
banyak diketahui dampaknya terhadap tubuh manusia. Salah satu dampak
pekerjaan ini adalah membengkaknya jaringan di pergelangan tangan, akibat
tangan yang bekerja dalam posisi bersudut atau terlipat. |
|
Silikosis
pada paru |
|
Silikosis ditemukan banyak pada pekerja
tambang. |
|
Asbestosis |
|
Di seluruh dunia asbes sudah dilarang. Asbes
apa saja putih, biru dan coklat. Di Indonesia masih diijinkan. Dibuat atap
gelombang. Pada proses produksi mungkin tak banyak masalah. Namun ketika atap
asbes dirontokkan maka debu asbes akan berterbangan dan dari situ timbul
masalah. WTC yang rontok pada 11/9
juga menyebarkan asbes. |
|
Dermatosis
akibat kerja |
|
Dermatosis akibat kerja mudah didiagnosis. Hampir semua kelainan kulit di tangan boleh kata akibat kerja. Bisa
irritan atau allergi. Irritan biasanya langsung terjadi dan menyangkut banyak
orang. Sarung tangan yang sesuai akan bisa mengatasi masalah. Berbeda dengan
allergen, selain lama baru muncul, penangannya sangat sukar. |
|
Keracunan merkuri |
|
Penyakit Minamata sebenarnya adalah penyakit
lingkungan. Disebabkan makan ikan yang mengandung methyl mercury. Merkuri di industri umumnya merkuri logam. Mekanisme dan bahayanya
berbeda. Sejak kasus Newmont Minahasa sekarang ramai dibicarakan di industri
migas. Ibu-ibu juga bisa tercemar merkuri dari kosmetik. |
|
Keracunan
arsenik |
|
Arsen dan gangguan kulit. Arsen biasanya ada
dalam air. Racun keras, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Perfect Poison. Dipakai untuk meracuni
alm Munir. Sejak dulu dikenal sebagai bahan racun untuk meracuni Napoleon
Bonaparte dll. Di industri gejala yang pertama pelupa dan lebih lanjut tremor
pada lengan. |
|
Kemerahan
kulit akibat panas |
|
Prickly
heat
atau biang keringat. Akibat panas yang menyebakan keringat tidak bisa keluar akibat
kelembaban udara yang tinggi. Sesudah ini akan ternjadi heat cramp lalu heat
stroke. Tempat kerja yang panas dapat menimbulkan kematian, kemandulan dll.
Sopir angkot yang mesin mobilnya di bawah jok sering mengalami kemandulan. |
|
Kaca mata
tebal akibat myopia |
|
Di banyak pekerja elektronik pekerja
menangani benda yang kecil2. Jika pencahayaannya tidak memadai pekerja
cenderung akan mengalami miopia. Upaya penanggulangannya bukan memberikan
kacamata, melainkan menaikkan luks di tempat kerjanya. Caranya sederhana saja, turunkan lampu di
atas tempat kerjanya. |
|
Hernia
nukleus pulposus |
|
Hernia
nucleus pulposus bisa mengenai siapa saja. Jika pekerja itu sopir dump truck bisa disebabkan karena whole body vibration. |
|
Tuli
sensorineural akibat kebisingan |
|
Hampir di semua
industri ada tempat yang bising. Tuli sensorineural bisa terjadi, tidak
banyak dan waktunya cukup lama. Paling banyak dilaporkan oleh banyak negara. Belakangan
tuli sensorineural ini bisa disebabkan juga oleh pelarut. Juga buta warna. Nah
bagaimana jika bekerja dengan pelarut dan tempatnya bising ? |
© Sudjoko Kuswadji 2008
|
|
HALAMAN DEPAN |
PENILAIAN BAHAYA |
FIT UNTUK BEKERJA |
TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK |
PELATIHAN PEKERJA |
PENYAKIT AKIBAT KERJA |
REKAM MEDIS |
PROMOSI KESEHATAN |
|
Pemeliharaan
Rekam Medis |
|
UU Praktek Kedokteran menetapkan bahwa semua dokter
wajib menulis rekam medis. Namun demikian banyak sekali tulisan dokter yang
tidak terbaca, bahkan oleh dokternya sendiri. Penyimpanannya masih simpang
siur. |
|
Kerahasiaan |
|
Rekam medis harus dirahasiakan. Bukan untuk
karyawan yang memilikinya, melainkan untuk orang lainnya termasuk pejabat HRD. Jika mereka menghendakinya harus
meminta ijin kepada karyawan yang bersangkutan. Juga untuk konsultan harus
meminta ijin karyawan yang mau dirujuk. |
|
Tulisan
tangan bisa dibaca |
|
Tulisan dokter hendaknya mudah dibaca oleh
orang lain. Baiknya dengan huruf balok. Namun ada yang belum terbiasa dengan
huruf balok. Rekam medis dengan komputer mungkin? Saya banyak dokter yang
belum terbiasa dengan komputer. |
|
International
Classification of the Diseases (ICD 10) |
|
Diagnosis dokter di |
|
Problem
Oriented Medical Record (POMR) |
|
Problem
Oriented Medical Record sebenarnya bukan hal baru untuk dokter keluarga. Dokter
Keluarga tentu saja banyak kesulitan membuat diagnosis karena pasien baru
datang (primary care). Problem
lebih mudah dirumuskan. Dokter Perusahaan juga adalah pelayanan kesehatan
primer. Pekerja datang dengan keluhan yang samar2. |
|
Subjective,
Objective, Assessment, Plan (SOAP) |
|
Dalam menuliskan problem Dokter Perusahaan
harus mengacu kepada SOAP. Subjektive
adalah keluhan peserta yang sukar dibuktikan keberadaannya. Objektive adalah hasil pemeriksaan
dokter yang mudah dibuktikan. Assessment
adalah penilaian dokter yang sering banyak daerah kelabu. Plan adalah rencana dokter: terapi,
rujuk dll. |
|
Database
komputer |
|
Banyak database praktek kedokteran yang ada
di pasar. Tidak semua sesuai dengan kebutuhan kita di lapangan. Penyesuaian sangat
diperlukan. Di perusahaan database harus bisa menarik semua penyakit akibat
kerja, ukuran absen sakit, pencatatan temuan lingkungan. Bisa menganalisis
pekerja apa dengan penyakit apa. |
|
Absen
sakit dan polanya |
|
Absen sakit adalah meninggalkan pekerjaan
karena sakit atau cedera. Tidak termasuk hamil dan hadi. Sakit bisa sakit
fisik, mental dan sosial. Namun demikian absen sakit belum tentu sakit. Lebih
tepat disebut dengan inkapasitas atau ketidakmampuan bekerja. Absen sakit
artinya tidak mampu bekerja. Apa dokter menanyakan pekerjaan pasien? |
|
Konsultasi
dan rujukan |
|
Konsultasi dan rujukan harus seijin pekerja. Setelah
konsul diharapkan dikembalikan ke dokter perusahaan. Tidak dibenarkan menahan
pasien dan disuruh kembali terus-terusan. Hasil konsultasi diperlukan dokter
perusahaan untuk mengubah lingkungan kerja, organisasi dll. |
|
Epidemiologi
(keterkaitan dengan pekerjaan) |
|
Pengetahuan epidemiologi diperlukan oleh
dokter perusahaan untuk menelusuri determinan kondisi pekerja menurut
karakteritik perorangan, tempat dan tempo. Dengan cara ini bisa diketahui di
mana kejadian banyak terjadi, mengenai kelompok pekerja mana dan kapan
peristiwa itu banyak terjadi. |
|
Penyimpanan
(5 -30 tahun) |
|
Penyimpanan data medis yang cukup lama akan
memakan tempat yang harganya semakin lama semakin mahal. |
|
Kompensasi |
|
Pekerja yang terkena penyakit akibat kerja
mungkin mengalami cacat. Perusahaan wajib memberikan kompensasi ganti
kerugian. Dalam hal ini perusahaan merujuk ke JAMSOSTEK. Data ini harus
disimpan rapi bersama data medis lainnya. Penyimpanannya juga sama waktunya. |
© Sudjoko Kuswadji 2008
|
|
HALAMAN DEPAN |
PENILAIAN BAHAYA |
FIT UNTUK BEKERJA |
TANGGAP GAWAT DARURAT MEDIK |
PELATIHAN PEKERJA |
PENYAKIT AKIBAT KERJA |
REKAM MEDIS |
PROMOSI KESEHATAN |
|
PROMOSI
KESEHATAN |
|
Sifatnya adalah pendidikan. Berbeda dengan
pelatihan Kesehatan Kerja karyawan yang sangat terkait dengan pekerjaannya.
Promosi lebih banyak menyangkut perilaku karyawan, seperti: kebiasaan
berolahraga, tidur tidak teratur, makan sebarangan, minum alkohol dll. |
|
Program
Berolahraga |
|
Semakin lama pekerjaan fisik semakin berkurang.
Banyak pekerja yang duduk. Karena gerak tubuh berkurang, maka penyakit
jantung semakin bertambah. Gerakan berolahraga bertujuan untuk menurunkan
angka penyakit jantung ini. Olahraga ialah bergerak jasmani sampai nadi
mencapai 80% nadi maksimum ((220-usia) x 80%). |
|
Program
Gizi Seimbang |
|
Dulu gizi berslogan empat sehat |
|
Program
Berhenti Merokok |
|
|
|
Program Tidur Pada Pekerja Bergilir |
|
Pekerja shift sebanyak 80% mengalami gangguan
tidur. Manusia sejak lahir bangun pada siang hari dan tidur pada malam hari.
Jika dibalik pasti akan terjadi dampak gangguan kesehatan. Sebanyak 25%
angkatan kerja adalah pekerja shift. Karena itu belajar teknik tidur perlu
diberikan kepada para pekerja shift. |
|
Program
Pengendalian Stress |
|
Stres akibat
pekerjaan semakin lama semakin mencolok. Pekerjaan dituntut lebih cepat dan
lebih akurat. Manusia semakin dipacu untuk lebih cepat. Ini sering melampaui kemampuan
mereka. Banyak pekerja mengalami jutek atau burn out. Ini merupakan gejala
awal stres akibat kerja. |
|
Program
Narkoba dan HIV |
|
Narkoba kini tidak diedarkan di kalangan remaja
saja. Obat ini sudah merasuk ke kalangan pekerja. Bagaimana mencegah
penyebaran narkoba di kalangan pekerja ini. Mulai dari absen sakit, perubahan
perilaku perlu diketahui oleh pekerja terutama mandor dan supervisor. |
|
Program
Tuberkulosis |
|
Tuberkulosis masih banyak di masyarakat.
Untuk pekerja mungkin mudah terdeteksi. Ini karena program pemeriksaan kesehatan
berkala. Bisa disebabkan oleh lingkungan kerja atau asrama di tempat kerja.
Lain halnya dengan masyarakat awam. Mereka hanya ditunggu PUSKESMAS saja.
Belum ada gerakan aktif untuk menjaringnya. |
|
Program
Demam Berdarah |
|
Demam berdarah disebarkan oleh nyamuk aedes
agypti. Pemberantasannya hanya dengan pembasmian sarung nyamuk. Obatnya belum
ditemukan. Vaksinnya juga belum. |
|
Flu
burung |
|
Flu burung adalah penyakit baru. Penularannya
sangat tidak jelas. Peternak ayam jarang terkena penyakit ini dan bahkan ada
orang yang sama sekali tidak berhubungan dengan ayam juga bisa terkena. Upaya
yang dilakukan sering juga tidak masuk akal. Beberapa perusahaan sudah
menyiapkan vaksin untuk menghadang flu ini. |
|
Program
jantung sehat |
|
Penyakit jantung banyak terjadi akibat faktor
risiko. Kholeterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, tidak berolahraga,
merokok, diabetes dll. Pengendalian bisa dilakukan dengan mengubah prilaku
hidup. Diet rendah kholesterol. Pengobatan darah tinggi. Berolahraga secara
teratur dan tidak merokok. |
|
Allergi
makanan |
|
Allergi makanan terjadi pada mereka yang
berbakat. Banyak upaya untuk mencegah terjadinya allergi ini. Mulai dari menghindari
makanan yang menyebabkan allergi, sampai kepada penyusunan makanan dengan
rasa udang tapi bukan udang (vegetarian). Ada
juga upaya untuk melakukan desensitisasi. |
© Sudjoko Kuswadji 2008